Kamis, 13 Oktober 2011

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN SEPEDA MOTOR MERK HONDA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Dengan berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, maka semakin berkembang pula perusahaan-perusahaan industri, baik industri besar maupun industri kecil. Dengan demikian setiap perusahaan akan berlombalomba menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologinya guna mendukung setiap produk yang dihasilkan dari perusahaan. Demikian pula perusahaan yang bergerak di bidang otomotif, mereka berperang melawan pesaingpesaingnya guna merebut pasar, dengan keunggulan teknologi yang dimilikinya. Mereka berharap dengan teknologi maju dapat menciptakan produk-produk yang disukai dan dibutuhkan oleh konsumennya.
Kebutuhan masyarakat Indonesia akan  alat transportasi kendaraan roda dua dewasa ini semakin bertambah. Perkembangan penjualan sepeda motor dari tahun ke tahun pun juga semakin meningkat. Ini menunjukan bahwa sepeda motor merupakan alat transportasi yang diminati oleh kalangan masyarakat. Disamping harganya lebih murah dibandingkan dengan harga mobil, dengan menggunakan sepeda motor pun masyarakat dapat  lebih menghemat waktu.
Pergeseran nilai alat transportasi dari sepeda motor tentunya disebabkan perekonomian Indonseia makin baik sekarang ini, sehingga daya beli masyarakat semakin meningkat. Penggunaan sepeda motor tidak hanya sebatas kota-kota besar saja, namun sudah masuk ke daerah-daerah pedesaan. Keputusan untuk membeli tidak lagi terbatas pada orangtua saja, tetapi remaja pun sudah dapat menentukan tipe sepeda motor yang mereka ingin beli. Bahkan kelompok usia pembeli pun saat ini di dominasi oleh kalangan kaula muda. Hal ini tidaklah mengherankan karena dalam menjual sepeda motor banyak sekali menawarkan kemudahan-kemudahan seperti kredit jangka panjang, uang muka yang rendah, hadiah yang menarik atau pun juga dengan memberikan bunga yang rendah, sehingga pembeli dapat menyesuaikan kemampuannya dalam membeli sepeda motor.
Penjualan motor diprediksi tahun ini mampu menembus 8 juta unit, naik 9,5 persen dibandingkan tahun lalu 7,3 juta unit. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan motor sampai September 2011 mencapai ,2 juta unit. Sementara pada September, penjualan mencapai 724 ribu unit. Pada September lalu, penjualan Honda mencapai 391.733 unit, sehingga akumulasinya mencapai 3,1 juta unit. Sementara Yamaha, terjual 2,5 juta unit. Suzuki berada di posisi ketiga dengan penjualan 43.643 unit pada September lalu. Alhasil, selama Sembilan bulan 2011, penjualan Suzuki mencapai 397.714 unit. Kawasaki berada di posisi keempat dengan penjualan 9.906 unit, sehingga akumulasi penjualan mencapai 78.909 unit. Selain empat pabrikan Jepang ITU, pabrikan India, TVS, membukukan penjualan 2.370 unit. Total penjualan sampai September 2011 mencapai 19.856 unit.
Keberhasilan pemasaran akan semakin meningkat apabila didukung oleh adanya suatu studi mengenai perilaku konsumen. Pada studi ini dikenal bahwa perilaku pembeli atau konsumen akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor intern dan faktor esktern, yang masing-masing dapat berperan dalam mempengaruhi perilaku konsumen.
Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen. Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.
Pendekatan kedua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perliku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survey untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.
Pendekatan ketiga disebut sebagai sains marketing yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hirarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslowuntuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.
Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut.

Faktor –  Faktor Yang Mempengaruhi Pembelian
Terdapat 5 faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian:
1.     Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
2.     Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
3.     Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
4.     Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka pokok masalah dalam penelitian ini adalah Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi perilaku konsumen terhadap pembelian sepeda motor.

 1.3 Tujuan
Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang mempengaruhi perilaku konsumen terhadap pembelian sepeda motor.


BAB II
PEMBAHASAN

PT Astra Honda Motor (AHM) merupakan pelopor industri sepeda motor  di  Indonesia. Didirikan pada 11 Juni 1971 dengan nama awal PT Federal Motor, yang sahamnya secara mayoritas dimiliki oleh PT Astra International. Saat itu, PT Federal Motor hanya merakit, sedangkan komponennya diimpor dari Jepang dalam bentuk CKD (completely knock down).  Tipe sepeda motor yang pertama kali di produksi  Honda adalah tipe bisnis, S 90 Z bermesin  4 tak dengan kapasitas 90cc. Jumlah produksi pada tahun pertama selama satu tahun hanya 1500 unit, namun melonjak menjadi sekitar 30 ribu pada tahun dan terus berkembang hingga saat ini. Sepeda motor terus berkembang dan menjadi salah satu moda transportasi andalan di Indonesia. 
Kebijakan pemerintah dalam hal lokalisasi komponen otomotif mendorong PT Federal Motor memproduksi berbagai komponen sepeda motor Hondatahun 2001 di dalam negeri melalui beberapa anak perusahaan, diantaranya PT Honda Federal (1974) yang memproduksi komponen-komponen dasar sepeda motor Honda seperti rangka, roda, knalpot dan sebagainya, PT Showa Manufacturing Indonesia (1979) yang khusus memproduksi peredam kejut, PT Honda Astra Engine Manufacturing (1984) yang memproduksi mesin sepeda motor serta PT Federal Izumi Mfg.(1990) yang khusus memproduksi piston.  Perkembangan kondisi ekonomi serta tumbuhnya pasar sepeda motor menyebabkan terjadinya perubahan komposisi kepemilikan saham di pabrikan sepeda motor Honda ini. Pada tahun 2000 PT Federal Motor dan beberapa anak perusahaan di merger menjadi satu dengan nama PT Astra Honda Motor, yang komposisi kepemilikan sahamnya menjadi 50% milik PT Astra International Tbk dan 50% milik Honda Motor Co. Japan. 
PT Astra Honda Motor memiliki 3 pabrik perakitan, pabrik pertama berlokasi Sunter, Jakarta Utara yang juga berfungsi sebagai kantor pusat. Pabrik ke dua berlokasi di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, serta pabrik ke 3 yang sekaligus pabrik paling mutakhir berlokasi di kawasan MM 2100 Cikarang Barat, Bekasi. Pabrik ke 3 ini merupakan fasilitas pabrik perakitan terbaru yang mulai beroperasi sejak tahun 2005. Dengan semua fasilitas ini PT Astra Honda Motor saat ini memiliki kapasitas produksi 3 juta unit sepeda motor per-tahunnya, untuk  permintaan pasar sepeda motor di Indonesia yang terus meningkat. Salah satu puncak prestasi yang berhasil diraih PT Astra Honda Motor adalah pencapaian produksi ke 20 juta pada tahun 2007. Prestasi ini merupakan prestasi pertama yang yang berhasil diraih oleh industri sepeda motor di Indonesia bahkan untuk tingkat ASEAN. Secara dunia pencapaian produksi sepeda motor Honda 20 juta unit adalah yang ke tiga, setelah pabrik sepeda motor Honda di Cina dan India. Guna menunjang kebutuhan serta kepuasan pelannggan sepeda motor Honda, saat PT Astra Honda Motor  di dukung oleh 1.600 showroom dealer penjualan yang diberi kode H1, 3.800 layanan service atau bengkel AHASS (Astra Honda Authorized Service Station) dengan kode H2, serta   6.500 gerai suku cadang atau H, yang siap melayani jutaan penggunaan sepeda motor Honda di seluruh Indonesia.
Industri sepeda motor saat ini merupakan suatu industri yang besar di Indonesia. Karyawan PT Astra Honda Motor pada tahun 2009 berjumlah sekitar 13.000 orang, ditambah 130 vendor dan supplier serta ribuan jaringan lainnya, yang kesemuanya ini memberikan dampak ekonomi berantai yang luar biasa. Keseluruhan rantai ekonomi tersebut diperkirakan dapat  memberika kesempatan kerja kepada sekitar 500 ribu orang. PT Astra Honda Motor berkomitmen untuk terus berkarya menghasilkan sarana transportasi roda 2 yang menyenangkan, aman dan ekonomis sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat Indonesia. 
Berdasarkan hasil analisis pengujian yang dilakukan, variabel kesan kualitas dan loyalitas merek memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda pada Forum Otomotif Roda Dua KASKUS, sedangkan  variabel kesadaran merek dan kesan kualitas tidak berpengaruh signifikan. Variabel loyalitas merek sendiri memberikan kontribusi yang terebesar untuk keputusan pembelian sepeda motor Honda pada Forum Otomotif Roda Dua KASKUS. Hal ini dapat terlihat dari nilai regresi berganda, untuk variabel loyalitas merek koefisien regresinya 0,602. Ini sejalan dengan penelitian dari Fadli dan inneke pada tahun 2008 di Universitas Sumatera Utara dimana hasilnya adalah variabel loyalitas merek berpengaruh paling signifikan keputusan pembelian sepeda motor Honda di Universitas Sumatera Utara. Hal yang berbeda terjadi pada variabel kesadaran merek dan asosiasi merek  yang diteliti. Variabel ini tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor merek Honda pada Forum Otomotif Universitas Sumatera UtaraRoda Dua KASKUS.  Berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan ketika dilakukan penelitian mengenai penyebabnya adalah:
1. Jargon sepeda motor merek Honda paling irit dalam pemakaian bahan bakar, dan tidak gampang rusak mulai memudar, karena konsumen sudah menyadari hal-hal tersebut lebih dipengaruhi oleh cara berkendara.
2. Semakin banyaknya merek sepeda motor serta kurangnya promosi yang dilakukan oleh Honda untuk memperkenalkan merek dan produknya menyebabkan kekuatan merek Honda yang merupakan pionner brand dari tahun ke tahun mengalami penurunan penjualan dari tahun ke tahun.
3. Jargon harga jual kembali sepeda motor merek Honda yang lebih tinggi daripada sepeda motor merek lainnya tidak berlaku lagi, karena PT. AHM (Astra Honda Motor) telah meluncurkan sepeda motor Honda tipe terbaru dengan harga yang lebih murah dari produk pendahulunya, sehingga konsumen lebih memilih untuk membeli produk yang baru, daripada membeli sepeda motor bekas merek Honda. Hal ini membuat permintaan akan sepeda motor bekas merek Honda menjadi turun, sehingga harga jual kembali sepeda motor merek Honda menjadi anjlok. 
Hal inilah yang membuat nilai koefisien regresi linier berganda variabel kesadaran merek, asosiasi merek, dan kesan kualitas menjadi rendah dalam memengaruhi keputusan pembelian sepeda motor merek Honda pada Forum Otomotif Roda Dua KASKUS. Berdasarkan hasil penelitian ini, dimensi ekuitas merek yang paling mempengaruhi  user-user di  Forum Otomotif Roda Dua. KASKUS untuk membeli sepeda motor merek Honda adalah variabel loyalitas merek.


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan temuan yang sudah dilakukan pada
penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:
1. Variabel kesadaran merek, kesan kualitas, asosiasi merek dan loyalitas merek secara serempak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor merek Honda pada useruser Forum Otomotif Roda Dua KASKUS.
2. Variabel kesan kualitas, dan loyalitas merek secara parsial berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor merek Honda pada  user-user Forum Otomotif Roda Dua KASKUS.
3. Variabel kesadaran merek, dan asosiasi merek, secara parsial tidak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor merek Honda pada user-user Forum Otomotif Roda Dua KASKUS. Keterangan diatas membuktikan bahwa Ho diterima dan Ha  ditolak. Ini dapat dilihat pada hasil uji signifikan parsial (uji-t)
4. Variabel yang diteliti pada penelitian ini adalah cukup mewakili variabel yang mempengaruhi keputusan pembelian sepeda motor merek Honda pada  user-user Forum Otomotif Roda Dua KASKUS. Hal ini terlihat dari nilai R  square  yang didapat sebesar 56,5%, sedangkan 43,5% sisanya dijelaskan oleh variabel yang tidak diteliti dalam penelitian ini. 
5. Variabel yang dominan berpengaruh terhadap keputusan pembelian sepeda motor merek Honda pada user-user Forum Otomotif Roda Dua KASKUS adalah variabel loyalitas merek.

3.2  Saran
Adapun saran dari peneliti untuk hasil penelitian ini adalah:
 a. Untuk Perusahaan produsen sepeda motor merek Honda
1. Perusahaan khususnya produsen sepeda motor merek Honda dapat lebih meningkatkan promosi untuk meningkatkan kesadaran merek ,dan asosiasi merek yang nilainya cukup rendah dalam penelitian ini. Hal ini seharusnya tidak terjadi mengingat sepeda motor merek Honda merupakan  pionner brand pada pasar sepeda motor di Indonesia.  Dengan adanya peningkatan promosi yang dilakukan oleh produsen sepeda motor merek Honda, diharapkan akan disertai peningkatan penjualan sepeda motor merek Honda yang dari tahun ke tahun semakin tersaingi oleh rival dekatnya yaitu Yamaha.
2. Dari hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa variabel yang berpengaruh paling dominan terhadap keputusan pembelian sepeda motor merek Honda pada user-user Forum Otomotif Roda Dua KASKUS adalah variabel loyalitas merek. Hal ini berarti bahwa sepeda motor merek Honda telah memberikan keterikatan emosional yang dipengaruhi oleh kepuasan yang dirasakan oleh konsumen yang telah menggunakan sepeda motor merek Honda, dan diharapkan produsen sepeda motor Honda dapat lebih meningkatkan variabel loyalitas merek , melalui promosi-promosi atau Event khusus yang ditujukan untuk pengguna sepeda motor Honda seperti yang pernah dilakukan yaitu servis gratis untuk pengguna sepeda motor Honda selama periode tertentu , 
b. Untuk Peneliti Selanjutnya
Penelitian sejenis mengenai variabel-variabel bebas apa saja yang mempengaruhi keputusan pembelian sepeda motor merek Honda pada  user-user Forum Otomotif Roda Dua KASKUS dapat dilakukan oleh peneliti lain dengan menggunakan keempat variabel dalam penelitian ini (variabel kesadaran merek, variabel asosiasi merek, variabel kesan kualitas dan loyalitas merek). Untuk hasil penelitian menggunakan variabel-variabel diatas mungkin hasilnya akan berbeda tergantung tempat dan waktu penelitian. Hasil yang diterima dapat saja berbeda pada masing-masing tempat / forum. Meskipun demikian disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk mengkaji lebih dalam dan membuatnya dalam konteks yang berbeda.

DAFTAR PUSTAKA

www.wikipedia.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar